Menu Utama
Link
NU Online
NU Kab. Malang
GP Ansor
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Spacer Pic
Pfeil Depan

Sejarah Banser PDF Cetak E-mail

Tahun 1924 dengan berlatar belakang pada berdirinya organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, Jong Celebes berdiri organiosasi kepemudaan Syubbanul Wathan yang berarti Pemuda Tanah Air yang berdiri dibawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah dan dipimpin oleh Abdullah Ubaid melaui media khusus telah memiliki anggota 65 orang.  Perkembangan selanjutnya Subbanul Wathan disambut baik oleh kBarisan Ansor Serbaguna (Banser)ngan pemuda sehingga ratusan pemuda mencatatkan diri sebagai anggota,karena aktifitas organisasi ini menyentuh kepentingan dan kebutuhan pemuda pada saat itu.

Selengkapnya
 
Status BANSER dalam GP. Ansor PDF Cetak E-mail

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) adalah merupakan tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor yang bertindak sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor, dengan pengertian kader sebagai anggota yang memiliki kwalifikasi disiplin dan berdedikasi tinggi, memiliki ketahanan fisik dan mental yang tangguh penuh daya juang dan dapat mewujudkan cita-cita Gerakan Pemuda Ansor dan kemaslahatan Umum.

Selengkapnya
 
Hubungan Ansor Dengan Nahdlatul Ulama PDF Cetak E-mail

Gerakan Pemuda Ansor yang beraqidah Islam Ahlussunah Wal Jamaah dengan menempuh manhaj dalam bidang fiqih salah satu madzhab empat : Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali. Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansyur Al-Maturidi sebagai manhaj dalam bidang teologi. Al-Ghozali dan Junaidi Al-Baghdadi merupakan manhaj dalam bidang Tasawwuf, dan Al-Mawardi sebagai manhaj dalam bidang siyasah merupakan rujukan dalam penekanan ajaran yang disampaikan oleh Nahdlatul Ulama’.

Selengkapnya
 
Pendahuluan PDF Cetak E-mail

Berdasar dari bukti sejarah derap langkah yang dilakukan dalam upaya pertahanan keamanan negara senantiasa menuntut partisipasi aktif dan keterlibatan seluruh kekuatan rakyat secara terpadu, terarah dan terkendali. Sehingga hakekat pertahanan keamanan negara bagi bangsa Indonesia adalah dengan “perlawanan rakyat semesta” yang memiliki sifat-sifat kerakyatan, kesemestaan dan kewilayahan. Untuk menjamin tetap tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia perlu adanya tatanan dalam penyelenggaraan kenegaraan yang bersumber dari potensi masyarakat semesta.

Selengkapnya
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 8 dari 44
Jajak Pendapat
Bagaimana Informasi yang ada di website ini?
 
Photo Kegiatan

Pengunjung
mod_vvisit_counterHari Ini8
mod_vvisit_counterKemarin23
mod_vvisit_counterMinggu Ini81
mod_vvisit_counterBulan Ini57
mod_vvisit_counterTotal2375